5 Wisata Museum Terbaik di UEA Buat Liburan

Museum Favorit di UEA Buat Liburan – Dibuat di tahun 1971, UEA adalah negara yang relatif muda dengan beberapa kisah yang belum ditemukan dan semakin bertambah dibuat di zaman modern kita. Di semua negeri, kisah, budaya, tradisi, dan margasatwa dilestarikan di beberapa museum terbaik dan modern di sekitar . Maka, sempurnakan kisah Anda dan lihat-lihat beberapa bagian paling tua di Dubai, Sharjah, dan Abu Dhabi!

Museum Dubai

Benteng Al Fahidi, hari ini dijumpai jadi Museum Dubai, ada di kota tua Bur Dubai di antara beberapa pusat peninggalan terkenal Dubai. Museum ini adalah rumah buat kisah budaya dan tradisinya di Dubai. Museum ini bercerita berkenaan waktu dahulu dan bagaimana peralihan dan misi dan kepimpinan saat ini berasal darinya.

Rumah Sheikh Saeed Al Maktoum

Terdapat dibagian lama Dubai – wilayah Al Shindaga – sisa tempat tinggal, sampai 1958, keluarga raja Al Maktoum saat ini jadi situs warisan yang perlu didatangi dengan beberapa museum. Tempatnya yang strategis memberikan keluarga penguasa pemikiran yang prima untuk meremehkan wilayah Deira serta Bur Dubai yang waktu itu adalah pusat perdagangan Emirat. Pengunjung mempunyai peluang untuk menelusuri bangunan, arsitektur tradisionil, serta dokumen riwayat, dengan koleksi photo, perhiasan, koin, perangko, serta riwayat keluarga.

Museum Riwayat Alam Sharjah

Sharjah ialah pusat UEA untuk seni serta budaya, serta museum riwayat alam belum pernah semenyenangkan yang satu ini. Sesudah masuk, Anda melalui tingkatan interaktif di luar angkasa ke darat. Beberapa anak senang belajar sisi dari museum serta lebih saat mereka sampai cagar alam. Terdapat di luar Sharjah, museum ini mengenalkan Pusat Satwa Liar Arab dimana pengunjung bisa lihat selintas satwa liar di habitat aslinya, Kebun Binatang Petting, serta Kebun Raya.

Baca Juga:  Megahnya Taj-ul-Masajid, Masjid Ikonik & Terbesar di India

Museum Peradaban Islam Sharjah

Terdapat di jantung Sharjah, Museum Peradaban Islam ialah rumah buat artefak kuno, kreasi, serta dokumen pengembangan selama tahun peradaban Islam. Arsitektur seperti masjid yang kekinian ini membuat museum ini menjulang tinggi di dekat cornice Sharjah. Pengunjung akan diterima oleh satu orang pemandu serta disilahkan untuk berkunjung ke perpustakaan sekalian memperoleh peluang untuk jalan-jalan di koleksi seni museum yang luas serta galeri ilmu dan pengetahuan serta tehnologi.

Museum Istana Al Ain

Qasr al-Ain, lebih diketahui jadi Istana Al Ain, memiliki jarak satu jam berkendara dari ibukota, tapi itu salah satu tempat budaya paling besar serta paling dilestarikan di Emirat. Sisa tempat tinggal almarhum Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, sebelum 1966, istana ini masih hidup serta diperlengkapi dengan keadaan aslinya. Ini ialah tempat yang pas untuk lihat kesan-kesan riil dari kehidupan seharian di benteng penguasa.